Penjualan mobil BAIC (Beijing Automotive Industry Corporation) di Indonesia masih tertinggal dibanding merek China lainnya seperti Wuling, BYD, dan Chery. Padahal, BAIC merupakan salah satu dari lima produsen mobil terbesar di China.
Data menunjukkan, BYD berhasil menjual 5.718 unit sepanjang kuartal pertama 2025. Wuling menyusul dengan 4.795 unit, dan Chery 4.399 unit. Sementara itu, penjualan BAIC jauh di bawah angka tersebut.
Menurut CEO BAIC Indonesia, Dhani Yahya, rendahnya penjualan BAIC disebabkan oleh keterbatasan model mobil setir kanan. “BAIC global saat ini memang masih fokus memproduksi mobil setir kiri. Ini membuat kami di Indonesia hanya bisa mengandalkan dua model, yaitu BK490 dan X55,” jelas Dhani.
Namun begitu, Dhani memastikan bahwa BAIC global kini siap mendukung pasar Indonesia. “Kami sudah mendapat komitmen dari pusat. Mereka akan mulai menyediakan lebih banyak mobil setir kanan,” tambahnya.

Salah satu produk baru yang akan segera hadir adalah BAIC BJ30, SUV hybrid ramah lingkungan. Mobil ini memiliki dimensi panjang 4.730 mm, lebar 1.910 mm, dan tinggi 1.790 mm. Desainnya terlihat modern, dengan gril depan kotak-kotak khas BAIC.
“Kita akan bawa dua varian BJ30 ke GIIAS, yaitu versi 4×2 dan 4×4. Keduanya akan segera diluncurkan,” ujar Dhani.
Selain itu, BAIC juga tengah mempersiapkan perakitan lokal untuk model BJ40 melalui skema Completely Knock Down (CKD) bersama mitra PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta.
“Proses CKD sudah sampai ke station 12. Kami juga sudah mendatangkan insinyur dari China untuk mendukung manufaktur di Purwakarta. Harapannya, BJ40 bisa diluncurkan akhir bulan ini,” tutup Dhani.



