Penjualan mobil listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, sepanjang Maret 2025, penjualan mobil listrik mencapai 8.835 unit. Angka ini melesat hingga 70,46 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencatat 5.183 unit.
PT Mobil Anak Bangsa (MAB) turut menanggapi fenomena ini. General Manager License and Government Relation PT MAB, Puryanto, menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat penjualan mobil listrik jauh lebih unggul dibandingkan motor listrik.
“Dari sisi harga, mobil listrik kini makin terjangkau. Bahkan, bisa lebih murah dibandingkan mobil konvensional atau hybrid,” kata Puryanto dalam ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis.
Selain harga, penjualan mobil listrik juga terdongkrak oleh keunggulan fitur dan teknologi terbaru yang disematkan. Menurut Puryanto, teknologi canggih dan desain modern menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen kelas menengah ke atas.
Kepercayaan masyarakat pun kian meningkat. Didukung oleh perkembangan infrastruktur pengisian daya dari pemerintah dan sektor swasta, kendaraan listrik roda empat kini mulai dilirik sebagai pilihan utama untuk mobilitas sehari-hari.
“Kesadaran masyarakat mulai tumbuh, terutama di kalangan menengah atas. Mereka mulai yakin untuk beralih ke kendaraan listrik,” tambahnya.

Sebaliknya, kondisi pasar motor listrik justru bertolak belakang. Penjualannya masih lesu dan jauh dari kata menggembirakan. Menurut Puryanto, salah satu kendala utama adalah minimnya dukungan pembiayaan dari perusahaan leasing.
“Penjualan motor listrik tidak semoncer mobil karena 90 persen pembelian motor di Indonesia sangat bergantung pada leasing. Kalau kemudahan pembiayaannya belum merata, tentu ini akan menghambat,” jelasnya.
Asosiasi Motor Listrik Indonesia bahkan mencatat penjualan motor listrik di awal tahun 2025 anjlok hingga 70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski begitu, penjualan mobil listrik yang terus melejit menjadi angin segar bagi industri otomotif nasional di tengah upaya peralihan menuju kendaraan ramah lingkungan.



