Indonesia semakin serius jadi hub EV (kendaraan listrik) di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah menargetkan penjualan mobil listrik di tanah air bisa mencapai 100.000 unit pada tahun ini, sebagai bagian dari upaya mendorong transisi ke kendaraan ramah lingkungan dan mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rachmat Kaimuddin, optimis target ini bisa tercapai. Berdasarkan data penjualan yang ada, pada kuartal pertama tahun 2025 saja, sudah tercatat penjualan sekitar 16.000 unit mobil listrik.
“Tahun lalu, penjualan mobil listrik tercatat mencapai 43.188 unit. Tahun ini, kuartal pertama saja sudah mencapai 16.000 unit. Kami optimis bahwa target 100.000 unit bisa tercapai pada akhir tahun ini, atau sekitar 10 persen dari total penjualan mobil nasional,” ujar Rachmat saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025).
Menurut Rachmat, pencapaian 10 persen dari total penjualan nasional akan menjadi titik balik bagi industri kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini, menurutnya, bisa mendorong pertumbuhan yang pesat di tahun-tahun berikutnya, mirip dengan apa yang terjadi di China yang telah menjadi pasar kendaraan listrik terbesar di dunia.

“Lihat saja Tiongkok, begitu mereka mencapai 10 persen pangsa pasar, pertumbuhannya bisa melonjak 20-40 persen setiap tahun. Kami berharap hal serupa bisa terjadi di Indonesia,” lanjut Rachmat.
Indonesia serius jadi hub EV juga terlihat dari potensi besar yang dimiliki oleh industri otomotif tanah air. Dengan kapasitas produksi mencapai 1,4 juta unit per tahun dan ekspor 500.000 unit, Indonesia memiliki pondasi yang kuat untuk menjadi pusat produksi kendaraan listrik di kawasan ini. Rachmat menambahkan bahwa langkah berikutnya adalah memastikan bahwa pasar dan regulasi mendukung transisi industri otomotif ke kendaraan listrik.
“Kami sedang mengajak para pelaku industri, baik yang sudah ada maupun yang baru, untuk beralih ke EV. Tentu, mereka perlu melihat apakah ada pasar yang siap dan regulasi yang mendukung. Data menunjukkan bahwa penjualan BEV (Battery Electric Vehicle) terus meningkat setiap tahun,” ujar Rachmat.
Dalam dua bulan terakhir, tepatnya pada Februari dan Maret 2025, penjualan mobil listrik secara wholesales mengalami kenaikan signifikan, bahkan melampaui penjualan mobil hybrid yang selama ini lebih dominan. Data Gaikindo mencatatkan, pada kuartal pertama tahun ini, penjualan mobil listrik mencapai 16.535 unit, sedangkan mobil hybrid hanya terjual sebanyak 13.957 unit.
Dengan terus berfokus pada pengembangan kendaraan listrik, Indonesia berharap bisa memperkuat posisinya sebagai hub EV di masa depan, seiring dengan meningkatnya permintaan dan dukungan dari berbagai sektor.



