Honda mulai menunjukkan taringnya di musim ini dan perlahan mencuri perhatian sebagai kuda hitam MotoGP 2025. Setelah sempat terpuruk di posisi juru kunci klasemen konstruktor musim lalu, kini mereka diam-diam melonjak ke peringkat dua, hanya di bawah raksasa Ducati.
Dua pembalap utamanya, Luca Marini dan Joan Mir, mulai menyuarakan optimisme menjelang seri MotoGP Spanyol di Jerez akhir pekan ini. Sirkuit dengan banyak tikungan ini dinilai bisa membantu menyamarkan kelemahan Honda RC213V yang masih belum maksimal di kecepatan puncak.
Namun sorotan utama justru tertuju pada tes resmi yang akan digelar pada hari Senin usai balapan. Di sinilah Honda diyakini akan menunjukkan hasil kerja keras mereka lewat upgrade mesin yang sudah lama dinantikan.
“Kalau mau coba sesuatu yang besar, saat tes adalah momen terbaik. Dan Jerez jadi lokasi penting buat kami,” kata Marini. Ia juga menambahkan bahwa akan ada diskusi mendalam terkait pembaruan teknis saat di Jerez.

HRC (Honda Racing Corporation) sudah mengonfirmasi bahwa pengembangan anyar ini akan jadi kesempatan pertama bagi Marini dan Mir untuk mencobanya langsung. Bahkan, wildcard dari Aleix Espargaro diprediksi bisa memberi masukan tambahan terhadap paket teknis terbaru.
Di pertengahan musim ini, kuda hitam MotoGP seperti Honda memang belum sepenuhnya sempurna. Kecepatan di jalur lurus masih menjadi PR besar. Tapi menurut Marini, masalah ini lebih rumit dari sekadar performa mesin.
“Kecepatan puncak bukan cuma soal mesin. Ini gabungan dari banyak elemen teknis. Tapi feeling saya terhadap motor ini sangat bagus, mudah dikendarai,” jelas Marini, yang saat ini duduk di posisi ke-10 klasemen pembalap dan mencetak tiga kali finis 10 besar secara beruntun.
Sementara itu, Joan Mir yang sempat absen karena sakit di Qatar kini mengusung semangat baru. Ia menyebut paket motor 2025 “jauh lebih baik” dan percaya diri menghadapi Jerez, salah satu trek favoritnya.
“Saya kembali bugar dan siap bertarung. Jerez adalah tempat kami tampil cukup kuat tahun lalu, dan sekarang motor kami sudah berkembang jauh,” ucap Mir. Ia menargetkan hasil yang lebih baik setelah dua putaran terakhir berakhir tanpa poin dan membuatnya turun ke posisi 17 klasemen.
Meski belum mencetak kemenangan, langkah Honda sejauh ini cukup menjanjikan. Johann Zarco dari tim satelit LCR masih menjadi pembalap Honda terbaik dengan menempati posisi ke-6 klasemen. Tapi momentum positif di Jerez bisa jadi titik balik bagi tim pabrikan untuk naik ke level berikutnya.
Dengan serangkaian pembaruan, semangat tinggi dua pembalap utama, dan performa yang mulai stabil, Honda patut diperhitungkan sebagai kuda hitam MotoGP yang siap mengguncang papan atas musim 2025.




